Geliat Relawan Jingah Menanggulangi Kemiskinannya

Teweh Tengah, 25 Februari 2005

KELURAHAN JINGAH, Kecamatan Teweh Tengah memiliki luas wilayah 117 km2, sebelah timur berbatasan dengan Desa Hajak, sedangkan di sebelah baratnya terbentang luas sungai Barito. Umumnya, mata pencaharian penduduk Kelurahan Jingah adalah menyadap karet dengan kehidupan keberagamaan masyarakatnya yang tergolong harmonis, terbukti dengan tingginya toleransi antar pemeluk agama, seperti Islam (agama mayoritas penduduk Jingah–red), Kristen serta Hindu Kaharingan.

Kelurahan Jingah memiliki 6 Rukun Tetangga (RT), dan satu diantaranya merupakan eks. wilayah transmigrasi sosial, yaitu RT 05. Letak RT 05 memang jauh terpisah dari Kelurahan Jingah, kira-kira ± 7 km dari pusat kelurahan. Kondisi masyarakat RT ini pada umumnya termasuk dalam kategori miskin. Sebagai daerah eks. wilayah transmigrasi sosial, dulunya masyarakat terbiasa menerima pemberian fasilitas pemerintah seperti rumah, lahan dan bibit secara lebih mudah, hingga dampaknya menjadikan keadaan masyarakatnya relatif kurang termotivasi untuk berusaha lebih maju.

Namun, hal ini tidak menjadikan masyarakat RT 05 rela begitu saja membiarkan kemiskinan di antara mereka berlanjut. Warga kerapkali berusaha mengatasi problem kemiskinan dengan merantau ke berbagai daerah di sekitarnya yang dinilai lebih banyak menjanjikan lapangan kerja. Keadaan tersebut, lambat laun justru mengurangi jumlah tenaga produktif di RT tersebut secara ‘significant’. Hingga akhirnya, warga berusaha membuat lapangan pekerjaan sendiri seperti ojek perahu klotok, berdagang, mencari ikan dan menyadap karet, meski nampaknya, belum dapat memberi kontribusi yang berarti bagi persoalan kemiskinan di RT ini.

Relawan: Maju Terus, Pantang Mundur

Setelah hampir setengah tahun Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) hadir di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Jingah, mulai lahirlah inisiatif dari beberapa pemuda yang bergabung sebagai Relawan untuk mencoba mengubah kemiskinan yang melanda. “Sebenarnya, salah satu penyebab yang membuat kita terus menerus miskin yaitu karena tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Kita harus ke sana ke mari untuk mencari penghasilan yang tidak pasti. Dengan P2KP, mudah-mudahan kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah,” ujar Mishan, seorang Relawan yang bermukim di wilayah RT 05.

Mishan, laki-laki yang hanya lulusan Sekolah Dasar dan hampir berusia setengah baya ini, senantiasa aktif mengajak masyarakat Kelurahan Jingah, khususnya RT 05 untuk memerangi kemiskinan. Walau dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya (tunadaksa–red), Mishan tidak patah semangat ketika harus menghadapi kesalahpahaman masyarakat dalam salah satu siklus yang difasilitasinya. “Saya berharap, suatu saat akan ada kelompok usaha yang menetap di Jingah ini, semisal usaha furniture atau bikin sandal yang bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar,” harap Mishan. “Sehingga para pemuda tidak lagi kesana kemari mencari kerja dan kampung pun kembali ramai lagi. Karena, saat ini banyak pemuda yang meninggalkan desa hingga kampung menjadi sunyi,” tambahnya.

M. Jurianto, Relawan lainnya, juga memiliki komentar senada tentang kemiskinan. “Miskin yang melanda kita ini sebenarnya ada 2 macam, yaitu miskin harta dan miskin pengalaman. Jika miskin harta, solusinya mau bekerja keras dan berusaha, sedangkan jika miskin pengalaman, solusinya yaitu bergaul dengan tetangga hingga ada kebersamaan,” paparnya.  Adapun menyikapi hambatan yang datang dari penduduk, Juriatno berujar, ”Seringkali kita memang dicurigai macam–macam oleh warga, walaupun sebenarnya kita benar. Pernah terjadi benturan antara kita dengan warga karena masalah teknis pendataan. Padahal kami bekerja untuk mereka (masyarakat–red) tanpa pamrih,” lanjutnya dengan raut muka berkaca-kaca.

Juriatno yang ‘low profile’ dan murah senyum ini sangat berharap agar program P2KP jangan sampai terhenti di tengah jalan. Sebab baginya, program P2KP ini dapat menambah pengalaman, meningkatkan pergaulan dengan masyarakat, bisa mengenal dan mengukur kemampuan diri sendiri melalui perubahan cara berpikir. “Dengan kehadiran program P2KP, bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus maju-pantang mundur, dalam mengatasi kemiskinan yang selama ini membelenggu masyarakat Kelurahan Jingah,” tutur Juriatno.

(AE/Laporan: Soeryo W. dan Sudarti (TF-0305) KMW 3 (2/1); Ditulis oleh: Syamsu Budiyanti)

Explore posts in the same categories: Empowerment

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.